
Fajarnewstv.com,”Maros- Tradisi Mappettuada adat Bugis Makassar yaitu melamar calon pengantin perempuan dengan membawa uang panaik atau uang belanja yang dilengkapi dengan seserahan atau erang erang yang berisi kue kue tradisional yang dibawa oleh keluaga dekat calon mempelai laki laki dengan berpakaian adat bugis makassar .
Yang mana tradisi tersebut sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat khususnya kalangan masyarakat Adat Bugis makassar sulawesi selatan .

Disaat akan melamar mempelai perempuan, tradisi ini dilakukan keluarga calon mempelai laki laki A. Yogi Arista Fahrezy , A.Md. kepada keluarga calon mempelai perempuan Dinda Marzuki . S.Pd.Mpd. yang berlangsung di kediaman mempelai perempuan , di Lingkungan Tetebatu kelurahan Bontoa kecamatan Mandai Kapupaten Maros. Kamis, 18/05/2023. Pukul , 10.00.Wita sampai selesai.

Prosesi mappetuada berlangsung cukup hikmad dan haru, mengingat moment tersebut awal dari memulai penyatuan dua insan berbeda dalam satu ikatan perkawinan serta dua rumpung keluarga yang berbeda.
Pada kesempatan mappetuada tersebut disepakati pula antara lain uang Panaik ( istilah suku bugis makassar) atau uang belanja, Mahar, waktu akad Nikah , serta waktu pesta masing masing kedua mempelai.
Dari pihak calon mempelai perempuan , Dinda Marzuki SPd. Mpd , diwakili keluarga , Malik Marzuku S . Com , mengucap syukur Alhamdulillah atas kedatangan keluarga Calon mempelai laki laki A.Yogi Arista Fahrezy , A. MD.

Alhamdulillah, hari ini kami menerima rombongan keluarga Mempelai laki – laki dengan maksud untuk melamar Anakda /adik kami Dinda Marzuki , maka atas nama keluarga kami menerima lamaran ini,” ucap Malik Marzuki , dengan mata berkaca kaca.
Acara dilanjutkan dengan pemasangan cincin pengikat kepada calon mempelai perempuan , Dinda Marzuki oleh keluarga Calon mempelai laki laki yang dilakukan langsung oleh ibu Kandung Mempelai laki laki Hj. Rosnaeni Puang Ngai .
Reporter : ( Edy Hadris ).