SENI BUDAYA KIWAL GARUDA HITAM GOWA TAMPILKAN SILAT LAGARUDA MALABBIRITTA PADA ANNIVERSARY KE-1 KIWAL GOWA

 

 

Gowa – Seni Budaya Kiwal Garuda Hitam Gowa menampilkan atraksi Silat Lagaruda Malabbiritta dalam rangka perayaan Anniversary ke-1 Kiwal Garuda Hitam Gowa yang digelar di Pelataran Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Penampilan seni bela diri tradisional tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Silat Lagaruda Malabbiritta merupakan salah satu warisan budaya yang dikembangkan oleh Tumalabbiritta Takbirarul Ihkram, yang lebih dikenal dengan sapaan Tetta Mannadring.

Tetta Mannadring dikenal sebagai tokoh seni bela diri yang telah puluhan tahun mengabdikan diri dalam pelestarian budaya dan pengembangan ilmu silat di tengah masyarakat. Jurus Lagaruda yang ditampilkan dalam acara tersebut merupakan ciptaan langsung sang maha guru dan menjadi ciri khas perguruan yang dipimpinnya.

Sejak bergabung dengan Kiwal Garuda Hitam Gowa sekitar satu tahun lalu, keberadaan organisasi tersebut dinilai semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

Tetta Mannadring sendiri merupakan putra asli Gowa yang berasal dari Kampung Mappala, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga.

Dalam wawancara singkat usai penampilan Silat Lagaruda Malabbiritta, Tetta Mannadring mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan dan kebersamaannya bersama Kiwal Garuda Hitam Gowa.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT setelah bergabung di Kiwal Garuda Hitam Gowa. Di sini saya mendapatkan banyak teman dan semakin mempererat tali silaturahmi. Terus terang saya katakan, selama ini saya tidak pernah bergabung dengan organisasi kemasyarakatan mana pun. Namun berkat ajakan Ketua Kiwal Gowa, Tumalabbiritta Bapak Rapiuddin Maddo Daeng Opa, yang saya kenal sebagai sosok yang baik, serta dukungan keluarga dan teman-teman, akhirnya saya bersedia bergabung,” ujar Tetta Mannadring.

Menurutnya, kepemimpinan Rapiuddin Maddo Daeng Opa menjadi salah satu alasan utama dirinya bergabung dan berkomitmen untuk turut membesarkan organisasi tersebut melalui bidang seni dan budaya.

Lebih lanjut, Tetta Mannadring menegaskan tekadnya untuk terus mengembangkan Kiwal Garuda Hitam Gowa melalui pelestarian budaya dan seni bela diri tradisional.

“Ke depan, khususnya di bidang seni budaya, saya akan terus berupaya membesarkan Kiwal Garuda Hitam Gowa. Saya akan menjaga dan mengharumkan nama Kiwal melalui seni budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Perayaan Anniversary ke-1 Kiwal Garuda Hitam Gowa tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga menjadi momentum pelestarian budaya lokal melalui penampilan seni bela diri tradisional yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Gowa.

Laporan: Syahrir Beta / Zainal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *