
Fajarnewstv.com,”Makassar,” Mafindo Wilayah Makassar menyelenggarakan Dialog Awal tahun dengan tema Partisipasi Rakyat Awasi Pemilu, Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian. Dialog ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Jumrana (Presidium Mafindo Jejaring Indonesia Tengah), Saiful Jihad (Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan), dan Muhammad Abdi Goncing (Komisioner KPU Kota Makassar).

Kegiatan dilaksanakan di Café Cyclone di Jalan Hasanuddin pada tanggal 22 Januari 2024. Dihadiri oleh relawan Mafindo, beberapa komunitas, AJI, wartawan dan akademisi. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah berbagi pendapat dan pengalaman mengenai partisipasi Masyarakat dalam melawan hoaks pemilu.
Dalam upaya melawan hoaks Pemilu, Mafindo membentuk satgas pemilu. Ada empat hal yang dilakukan oleh Satgas Mafindo, yaitu edukasi, advokasi, kolaborasi, dan riset. Dalam edukasi hoaks kepemiluan, Mafindo mengintegrasikan isu tersebut ke dalam Program Cek Fakta dan program Tular Nalar. Program Cek Fakta menyelenggarakan dua kelas edukasi, yaitu kelas cek fakta hoaks pemilu, dan kelas prebunking hoaks pemilu. Sementara dalam Program Tular Nalar, diselenggarakan Sekolah Kebangsaan yang ditujukan kepada Pemilih Pemula.

Untuk Advokasi, Mafindo berusaha untuk mengoptimalkan penggunaan Chatbot kalimasada untuk pelaporan hoaks, dan periksa fakta. Selain itu, bersama dengan AJI dan AMSI yang tergabung dengan Kolaborasi Cek fakta melakukan cek fakta debat capres-cawapres. Hasilnya dapat dicek di https://cekfakta.com/Debat-Pilpres-2024. Mafindo juga mendorong relawan di daerah untuk terlibat aktif dalam melakukan periksa fakta hoaks di daerah.
Upaya kolaborasi yang dilakukan oleh Mafindo, Bersama-sama dengan Center for Digital Society (CfDS); ICT Watch; Koalisi Perempuan Indonesia (KPI); Komite Pemantau Legislatif (Kopel); Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit); dan beberapa organisasi masyarakat lainnya membentuk Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Disinformasi Pemilu. Kolaborasi ini diharapkan dapat meredam dampak negative disinformasi Pemilu sehingga dalam pertimbangan menentukan pilihannya Masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

Riset yang dilakukan Mafindo adalah melakukan mapping Hoaks termasuk hoaks politik dan hoaks pemilu, memperluas Buku dan Menyusun modul Panduan Melawan Hoaks dan Hasutan Kebencian, Menyusun Buku Tipologi Hoaks pemilu, dan diskusi (Litbang talk).
Dalam mapping hoaks yang dilakukan Litbang Mafindo ditemukan 2.330 hoaks, 1292 (55, 5%) diantaranya merupakan hoaks Politik, dan Sebagian besar adalah hoaks Pemilu. Platform media social yang paling banyak digunkan oleh warganet dalam menyebarkan hoaks, berturut-turut adalah Youtube (33,9%), facebook (33%), Twitter (13,2%), What’s App (5,6%).

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Litbang Mafindo tahun 2019, maka prediksi mengenai isu penyebaran hoaks untuk 2024, adalah penyelenggara pemilu masih rentan diserang hoaks, ini sudah terlihat dari beberapa hoaks yang beredar saat ini. Jika terjadi sengketa pemilu pasca pemungutan suara, jumlah hoaks akan semakin meningkat. Hoaks dengan format video dan penggunaan kecerdasan buatan akan semakin meningkat.
Untuk melawan disinformasi Pemilu, selain dengan koalisi Masyarakat sipil, Mafindo telah lama mengembangkan Kerjasama dengan AJI dan AMSI dalam koalisi cek fakta. Mafindo menyadari bahwa membangun ekosistem antihoaks memerlukan Kerjasama dengan berbagai pihak. Fakta bahwa Sumberdaya yang terbatas dengan sunami informasi yang rentan ditunggangi disinformasi,
Mafindo berusaha untuk meningkatkan kapasitas Masyarakat dalam melawan disinformasi. Ada tiga terminology yang digunakan untuk membangun kapasitas ini, yaitu tahu, tanggap, dan Tangguh. Mengedukasi agar Masyarakat tahu dan paham perbedaan hoaks dan informasi yang benar, melatih masyarakat agar dapat merespon hoaks dengan bijak dan cerdas, serta mendorong Masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melawan hoaks. Oleh karena itu kami mengajak masyarakat untuk menyanggah hoaks dengan merujuk hasil periksa fakta di https://turnbackhoax.id/ dan https://cekfakta.com/. Melaporkan hoaks bila menemukan hoaks atau disinformasi pemilu melalui lapor@turnbackhoax.id Dan chatbot Kalimasada Mafindo: +62-859-21-600-500 Masyarakat yang memiliki kemampuan untuk melakukan debunking atau verifikasi informasi yang terdeteksi hoaks akan lebih baik lagi dengan menyebarkan informasi yang benar ke masyarakat. Ayo Bersama-sama melawan hoaks.
Narahubung:
A.F.Astrid (Korwil Mafindo Makassar) 081356517575
Jumrana (Presidium Mafindo Jejaring Indonesia Tengah) 081245588182





