Progres Signifikan Pengendalian Banjir Sungai Walanae di Soppeng: Kualitas Terjaga, Manfaat Dirasakan Langsung oleh Masyarakat

SOPPENG — Di bawah kepemimpinan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dr. Heriantono Waluyadi, ST, MT, Satker dan PPK proyek strategis nasional pengendalian banjir di Kabupaten Soppeng menunjukkan progres yang signifikan.

Pekerjaan fisik penanganan Sungai Walanae kini telah mencapai tahap kurang lebih 80 persen dan memperlihatkan hasil kerja yang maksimal di lapangan.

Meskipun masih dalam tahap penyelesaian, infrastruktur pengendali banjir yang menelan anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai lebih kurang Rp14 miliar ini telah memberikan dampak positif yang nyata.

Kehadiran infrastruktur tersebut kini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Walanae, khususnya dalam memberikan rasa aman dari ancaman luapan air sungai.

Kualitas Konstruksi Jadi Prioritas Utama
Keberhasilan capaian ini tidak terlepas dari komitmen kuat pihak penyedia jasa dalam menjaga standar teknis pekerjaan.

Kontraktor pelaksana kegiatan, PT. Musyir Ibnu Dwi Guna, konsisten mengedepankan aspek kualitas (quality) dan kuantitas (quantity) sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja.

Pihak pelaksana, didampingi pengawasan ketat dari Satuan Kerja terkait di lingkungan BBWS Pompengan Jeneberang, terus memacu sisa pekerjaan agar dapat rampung tepat waktu sesuai jadwal kontrak yang telah disepakati.

Langkah percepatan ini menjadi prioritas mengingat eskalasi cuaca dan datangnya musim penghujan yang kerap meningkatkan debit air Sungai Walanae.

Antisipasi Dini Hadapi Musim Hujan
Penyelesaian proyek pengendalian banjir ini menjadi salah satu fokus vital dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Soppeng.

Dengan progres yang telah mencapai sekitar 80 persen, infrastruktur yang terbangun diyakini telah berfungsi secara optimal untuk mereduksi risiko banjir dan melindungi permukiman warga serta lahan produktif di sepanjang alur sungai.

Masyarakat sekitar bantaran sungai menyambut baik progres pembangunan ini dan berharap pengerjaan fisik dapat segera tuntas 100 persen tanpa hambatan berarti, sehingga fungsi perlindungan infrastruktur dapat beroperasi secara penuh dalam menghadapi musim hujan tahun ini.

Laporan.Muh.Nur
Penulis.@rif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *