Rafli Alias Pengnge Tewas Tertembak di Lorong Almarkaz Tallo, Keluarga Pertanyakan Identitas Penembak

 

MAKASSAR — Misteri penembakan yang menewaskan seorang pemuda bernama Rafli alias Pengnge di kawasan Lorong Almarkaz, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu sekitar pukul 02.00 WITA. Rafli mengalami luka tembak dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari, Kodaeral VI. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian Rafli sedang berkumpul bersama sejumlah temannya di sekitar lorong. Korban disebut tidak mengetahui persoalan yang terjadi maupun adanya aksi kejar-kejaran kendaraan bermotor di sekitar lokasi.

Tak lama kemudian, warga disebut melihat sejumlah sepeda motor yang saling mengejar dan memasuki kawasan lorong. Dalam situasi tersebut terdengar suara tembakan.

Rafli kemudian diketahui terkena tembakan pada bagian punggung belakang sebelah kiri. Menurut keterangan keluarga, luka tersebut menembus hingga mengenai bagian jantung.

Korban sempat mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari. Namun, kondisi korban tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

Keluarga Pertanyakan Siapa Penembaknya

Kepergian Rafli meninggalkan duka sekaligus sejumlah pertanyaan bagi keluarganya.

Pihak keluarga mengaku berupaya mencari informasi mengenai siapa yang melepaskan tembakan hingga menyebabkan Rafli meninggal dunia. Keluarga juga menyebut telah menanyakan perkara tersebut kepada pihak Polsek Tallo dan Polsek Bontoala.

Namun, berdasarkan keterangan keluarga, hingga kini mereka belum memperoleh penjelasan yang memastikan identitas pihak yang melepaskan tembakan.

Pertanyaan tersebut kemudian menjadi tuntutan utama keluarga: siapa sebenarnya penembak Rafli?

“Jadi siapa yang menembak anakku? Kenapa tidak ada yang mengetahui siapa yang menembak anakku?” demikian pertanyaan keluarga korban.

Polisi Diminta Ungkap Berdasarkan Bukti

Peristiwa ini perlu diungkap melalui penyelidikan yang berbasis bukti, bukan berdasarkan dugaan atau tudingan terhadap pihak tertentu.

Sejumlah aspek penting perlu diperiksa untuk memastikan kronologi dan sumber tembakan, antara lain keterangan para saksi, rekaman CCTV di sekitar lokasi, video warga, hasil visum atau autopsi, proyektil dan selongsong peluru apabila ditemukan, serta pemeriksaan terhadap senjata api yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Penyidik juga perlu memastikan posisi korban ketika terkena tembakan, arah datangnya proyektil, jumlah tembakan yang dilepaskan, serta siapa saja yang berada di sekitar lokasi pada saat kejadian.

Jika dalam penyelidikan ditemukan dugaan keterlibatan anggota aparat atau pihak tertentu lainnya, hal tersebut semestinya ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum dan disampaikan secara transparan berdasarkan bukti yang sah.

Sebaliknya, pihak mana pun yang belum terbukti terlibat juga tidak boleh dituduh tanpa dasar.

Keluarga Menunggu Jawaban

Keluarga korban kini menunggu kejelasan mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan Rafli kehilangan nyawa.

Mereka berharap aparat dapat mengungkap secara terang dari mana asal tembakan, siapa yang melepaskannya, jenis senjata yang digunakan, serta bagaimana sebenarnya kronologi kejadian sebelum Rafli terkena peluru.

Sebab, bagi keluarga, persoalan tersebut bukan sekadar mencari siapa yang harus bertanggung jawab, tetapi juga memastikan penyebab kematian Rafli tidak berhenti sebagai sebuah misteri.

Hingga berita ini disusun, belum dapat dipastikan siapa pihak yang melepaskan tembakan terhadap Rafli alias Pengnge. Penetapan pihak yang bertanggung jawab harus menunggu hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh aparat penegak hukum.

Fakta harus dibuka. Bukti harus diperiksa. Dan keluarga korban berhak mendapatkan jawaban yang jelas mengenai kematian Rafli.

(Tim Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *