Musrenbang Desa Taeng Bahas Prioritas Pembangunan 2027, Drainase di Sekitar Sungai Jeneberang Jadi Sorotan

GOWA — Pemerintah Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai forum penyusunan rencana pembangunan untuk tahun anggaran 2027.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Taeng tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Taeng, H. Nurdin Yasin Karaeng Nyikko. Musrenbang menjadi ruang bagi pemerintah desa, BPD, pendamping desa, unsur kecamatan, serta masyarakat untuk membahas sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai menjadi prioritas.

Turut hadir Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Pallangga, Firman, SH Daeng Rate, Bhabinkamtibmas Polsek Pallangga Tamrin, Babinsa Pallangga Wahyudi, Sekretaris Desa Taeng, Ketua BPD Desa Taeng beserta jajaran, serta para pendamping pembangunan desa.

Hadir pula tenaga ahli pendamping dari Kabupaten, Rahmatia, Pendamping Kecamatan Desie, dan Pendamping Desa Yuniarty.

Dalam musyawarah tersebut, berbagai usulan pembangunan Desa Taeng dibahas untuk menjadi bagian dari perencanaan pembangunan ke depan. Usulan tersebut nantinya akan diteruskan melalui tahapan pembahasan di tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah kebutuhan pembangunan drainase, khususnya di sejumlah wilayah Desa Taeng yang berada di sekitar aliran Sungai Jeneberang.

Persoalan drainase menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengantisipasi genangan serta memperlancar sistem pembuangan air di kawasan permukiman.

Pembahasan dalam Musrenbangdes diharapkan tidak berhenti pada tingkat desa, tetapi dapat dikawal dalam tahapan perencanaan berikutnya di tingkat kecamatan dan kabupaten. Rangkaian pembahasan pembangunan untuk tahun 2027 tersebut dijadwalkan berlanjut sekitar Februari 2027.

Melalui Musrenbangdes, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan dapat menyusun skala prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus memastikan setiap usulan memiliki dasar perencanaan yang jelas.

Khusus persoalan drainase di sekitar Sungai Jeneberang, masyarakat berharap usulan tersebut mendapat perhatian serius dalam tahapan perencanaan pembangunan tingkat kecamatan maupun kabupaten sehingga dapat segera direalisasikan sesuai kemampuan anggaran dan ketentuan yang berlaku.

Laporan: Syahrir Beta

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *