Aksi Damai di Kantor BBWS Pompengan Jeneberang Diwarnai Kericuhan, Pegawai Diduga Acungkan Linggis ke Mahasiswa

 

MAKASSAR — Aksi damai yang digelar Aliansi Mahasiswa Republik Indonesia di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Makassar, diwarnai ketegangan. Seorang oknum pegawai BBWS Pompengan Jeneberang diduga mengambil dan hendak menggunakan linggis ke arah massa mahasiswa yang tengah menyampaikan aspirasi.

Insiden tersebut terjadi saat massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan praktik “setoran fee” dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Jeneponto.

Massa mahasiswa meminta pihak BBWS Pompengan Jeneberang memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dugaan adanya pungutan atau setoran dalam pelaksanaan program tersebut.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak adanya pemeriksaan dan pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Jeneponto guna memastikan program tersebut berjalan sesuai ketentuan.

Ketegangan bermula ketika massa sedang melakukan orasi dan menyampaikan tuntutannya. Berdasarkan keterangan peserta aksi, seorang oknum pegawai diduga mengambil atau mengarahkan linggis ke arah mahasiswa.

Tindakan tersebut kemudian memicu ketegangan di lokasi aksi dan nyaris menimbulkan kericuhan antara massa mahasiswa dengan pihak keamanan maupun pegawai yang berada di area kantor.

Massa aksi menilai tindakan membawa atau mengarahkan alat tersebut ke arah peserta aksi tidak seharusnya terjadi dalam kegiatan penyampaian pendapat yang dilakukan secara damai.

Mahasiswa pun meminta pimpinan BBWS Pompengan Jeneberang segera memberikan klarifikasi mengenai insiden tersebut serta memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Di sisi lain, massa aksi juga meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan terkait menelusuri dugaan adanya “setoran fee” dalam pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Jeneponto.

Menurut massa, apabila terdapat laporan maupun bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, dugaan tersebut perlu diperiksa secara transparan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah.

P3-TGAI sendiri merupakan program yang berkaitan dengan peningkatan tata guna air irigasi. Karena itu, mahasiswa menilai pengawasan terhadap pelaksanaannya penting agar anggaran dan program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penerima.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS Pompengan Jeneberang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden dugaan penggunaan linggis maupun tudingan adanya “setoran fee” dalam pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Jeneponto.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak BBWS Pompengan Jeneberang maupun pihak-pihak terkait lainnya guna memberikan penjelasan atas pemberitaan ini.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *