
KOLAKA — Semangat mengabdi kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui tugas kedinasan. Kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan juga menjadi bagian penting dari pengabdian seorang anggota kepolisian.
Hal tersebut ditunjukkan H. Muslim, salah satu anggota Polres Kolaka, yang turut mengambil peran dalam membangun sarana keagamaan untuk masyarakat dengan mendirikan Masjid Al-Iskandar dan Pondok Pesantren Imam Muslim Tahfidzul Qur’an.
Kedua fasilitas keagamaan tersebut berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan [nama kelurahan], Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Keberadaan masjid dan pondok pesantren ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan keagamaan dan pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Masjid Al-Iskandar diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat berjamaah, pengajian hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Pondok Pesantren Imam Muslim Tahfidzul Qur’an diarahkan menjadi wadah pendidikan keagamaan, khususnya dalam membentuk generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memiliki karakter dan akhlak yang baik.
Langkah yang dilakukan H. Muslim menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bidang. Sebagai anggota kepolisian, dirinya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun di luar tugas kedinasan tersebut, kepeduliannya juga diwujudkan melalui pembangunan fasilitas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Pembangunan fasilitas keagamaan tersebut juga memiliki nilai sosial yang cukup besar. Masjid dan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi dapat menjadi ruang bertemunya masyarakat sekaligus tempat pembinaan moral dan spiritual generasi penerus.
Di tengah tantangan perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, keberadaan lembaga pendidikan berbasis keagamaan dinilai semakin penting untuk memberikan pembekalan kepada anak-anak dan generasi muda.
Melalui Pondok Pesantren Imam Muslim Tahfidzul Qur’an, diharapkan lahir generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah dan bangsa.
Kehadiran Masjid Al-Iskandar dan pondok pesantren tersebut sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kolaka.
Pengabdian seperti yang dilakukan H. Muslim menunjukkan bahwa profesi dan tugas kedinasan bukan menjadi batas untuk terus berbuat baik. Justru, kepedulian yang diwujudkan melalui pendidikan dan pembangunan tempat ibadah dapat menjadi investasi sosial yang manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
Masjid dan pesantren tersebut kini diharapkan dapat terus berkembang dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi yang religius, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Kalau Anda berikan nama kelurahan, nama lengkap/jabatan H. Muslim, tahun pembangunan, serta siapa yang meresmikan masjid/pesantren, saya bisa lengkapi menjadi berita media daerah yang lebih tajam, faktual, dan siap tayang.





