
MAKASSAR — Upaya menjaga ketersediaan sekaligus menekan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat terus dilakukan. Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Kegiatan gerakan pangan murah digelar dihalaman kantor lurah butung jalan sarappo no.100 kecamatan wajo kota makassar.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat dengan konsep penjualan “Murah di Bawah Harga Pasar”. Dari kegiatan yang terlihat di lapangan, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pangan, termasuk beras, minyak goreng, telur, serta komoditas kebutuhan pokok lainnya.
Gerakan Pangan Murah ini juga melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, Perum Bulog, dan mitra pangan lainnya.
Kehadiran kendaraan distribusi di lokasi menjadi bagian dari pelaksanaan penyaluran komoditas pangan kepada masyarakat.
Aktivitas warga dan petugas terlihat berlangsung di area penjualan, dengan sejumlah produk pangan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Program tersebut dinilai penting di tengah dinamika harga pangan yang dapat berubah mengikuti kondisi pasokan, distribusi dan permintaan pasar.
Melalui GPM, pemerintah daerah tidak hanya dituntut menyediakan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan distribusi berjalan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Stabilitas pangan menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan gejolak harga dan menjaga ketersediaan bahan pangan di Kota Makassar.
Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan program pangan murah tersebut sebagai alternatif memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.





