
MAKASSAR, FAJARNEWSTV.COM — Ketua Relawan Sulawesi Pejuang Amanah (Resopa), Syarief Boharima, memenuhi panggilan penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan, terkait dugaan penyimpangan dalam program pengadaan seragam sekolah gratis di Kota Makassar.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengungkap dugaan penyalahgunaan anggaran pada program yang dijanjikan untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah pemerintahan Appi–Aliyah.
Program tersebut sebelumnya dijanjikan akan menyediakan seragam putih-merah untuk SD dan putih-biru untuk SMP, yang pengerjaannya melibatkan pelaku Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) serta Usaha Mikro Kecil (UMK) di seluruh kecamatan.
Menurut kalender pendidikan, pembagian pakaian seragam itu seharusnya dilakukan pada Juni 2025, namun baru di-launching secara resmi pada 21 Juli 2025 oleh Wali Kota Makassar bersama Ketua TP PKK Kota Makassar.
Namun, kenyataannya, tidak ada satu pun UKK atau UMK yang mendapatkan pekerjaan untuk menjahit seragam tersebut.
“Semua UKK maupun UMK merasa kecewa karena tidak satupun yang dilibatkan. Seragam itu justru dibeli di Pasar Butung dari toko bernama Roy,” ungkap Syarief kepada awak media.
Syarief menilai hal tersebut sangat ironis, sebab pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sosialisasi sekitar Rp6 miliar dari APBD Kota Makassar untuk pelatihan dan pertemuan dengan pelaku usaha kecil di 15 kecamatan.
“Anggaran sosialisasi cukup besar, tapi ujung-ujungnya pelaku UKK dan UMK tidak dilibatkan sama sekali,” tegasnya.
Ketua Resopa itu pun mendesak penyidik Tipikor Polda Sulsel untuk memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pelaksanaan program seragam sekolah gratis tersebut.
“Kami mendesak Tipikor untuk memeriksa semua pihak yang terlibat dalam dugaan penggerogotan uang rakyat ini,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, Syarief mengaku mendapat sekitar 260 pertanyaan dari penyidik dan menjawab semuanya dengan lengkap disertai bukti-bukti pertemuan yang melibatkan masyarakat penjahit di tingkat kecamatan.
Semua saya jawab dengan cermat dan didukung bukti-bukti dokumentasi rapat serta daftar peserta sosialisasi,” tutupnya.
Diketahui, program seragam sekolah gratis ini menyasar 318 sekolah dasar negeri dan 55 sekolah menengah pertama negeri di Kota Makassar, dengan nilai anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.
Tim





