Lensa Bung Salim Panggil Bupati Gowa, PERJOSI Buka Ruang Klarifikasi Terbuka di Tengah Sorotan Publik

 

 

 

MAKASSAR — Sorotan publik terhadap Bupati Gowa memasuki babak baru. Di tengah isu yang berkembang luas dan memicu perhatian masyarakat, Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, mengambil langkah terbuka dengan mengundang langsung Bupati Gowa hadir dalam program “Lensa Bung Salim” di 55 TV.

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar menghadirkan dialog biasa, melainkan menjadi penanda perubahan arah dari polemik yang beredar di ruang publik menuju ruang klarifikasi terbuka yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

“Ketika isu sudah berkembang dan menjadi konsumsi publik, maka klarifikasinya juga harus dilakukan secara terbuka,” ujar Salim Djati Mamma, Rabu (29/4/2026).

Nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, belakangan menjadi perhatian setelah munculnya isu yang menyangkut dugaan relasi pribadi dengan seorang pria yang disebut sebagai konsultan politik. Narasi tersebut berkembang cepat di berbagai platform dan memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.

Dalam sejumlah pemberitaan, Bupati Gowa telah menyampaikan bantahan tegas. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar, tidak berdasar, dan merupakan bentuk fitnah yang menyerang ranah personal.

Meski bantahan telah disampaikan sebagai posisi resmi, dinamika di ruang publik belum mereda. Desakan dari sejumlah mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga warga Kabupaten Gowa terus menguat agar polemik ini tidak berhenti pada penyangkalan semata, tetapi juga dilanjutkan melalui proses pembuktian yang lebih konkret.

“Kalau memang tidak benar, maka pembuktian adalah jalan paling objektif untuk mengakhiri polemik,” tegas Salim.

Menurutnya, bantahan tanpa langkah lanjutan berpotensi memperlebar ruang tafsir publik, terlebih ketika isu yang berkembang telah menyeret nama pihak tertentu secara terbuka.

Fenomena yang terjadi di Gowa, lanjut Bung Salim, mencerminkan pola yang kerap muncul di era arus informasi cepat: isu berkembang luas, bantahan disampaikan, namun proses pembuktian belum dilakukan secara terbuka.

“Dalam kondisi seperti ini, publik dihadapkan pada situasi yang tidak sederhana. Informasi terus beredar, sementara kepastian belum diperoleh,” ujarnya.

Melalui program “Lensa Bung Salim”, PERJOSI menegaskan posisinya sebagai organisasi profesi dan pelaku media yang memilih membuka ruang dialog terbuka, tempat pertanyaan publik dapat disampaikan secara langsung dan dijawab tanpa perantara.

Program tersebut, kata Salim, dirancang dengan prinsip dasar jurnalisme: keberimbangan, verifikasi, dan hak klarifikasi bagi semua pihak.

“Pers tidak berada pada posisi menghakimi. Tugas pers adalah membuka ruang, menghadirkan pertanyaan, dan memberi kesempatan kepada publik untuk mendengar langsung jawabannya,” jelasnya.

Menurutnya, isu yang menyeret nama kepala daerah tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi publik terhadap institusi pemerintahan.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi terkait waktu pelaksanaan maupun kesiapan kehadiran dari pihak Bupati Gowa dalam program tersebut. Namun, perhatian publik terhadap undangan terbuka ini terus meningkat.

Sebagian masyarakat menunggu klarifikasi langsung dari sumber utama, sementara dinamika isu terus berjalan tanpa adanya proses pembuktian formal di ruang terbuka.

Polemik ini kini memasuki fase baru. Sorotan tidak lagi hanya tertuju pada isi isu, tetapi juga pada bagaimana isu tersebut dijawab.

“Publik tidak hanya membutuhkan bantahan, tetapi juga kepastian,” tegas Ketum PERJOSI.

Dengan dibukanya ruang klarifikasi melalui “Lensa Bung Salim”, arah polemik kini bergerak menuju satu titik penting: jawaban langsung di hadapan publik.

Apakah undangan tersebut akan dipenuhi dan menjadi momentum klarifikasi terbuka, atau justru menambah panjang daftar pertanyaan, masih menjadi tanda tanya.

Namun yang pasti, sorotan kini tidak lagi berhenti pada isu yang beredar. Sorotan itu telah bergeser pada keberanian untuk menjawabnya.

 

(tim)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *