Presiden Prabowo: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga, Pertumbuhan Semester I 2026 Capai 5,45 Persen

 

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi nasional sepanjang semester I 2026.

 

Dalam paparan yang ditampilkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat mencapai 5,45 persen. Angka tersebut disebut sebagai pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

 

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap menunjukkan ketahanan. Data Badan Pusat Statistik juga mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sehingga pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

 

Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi inflasi juga disebut tetap terkendali. Dalam paparan tersebut, inflasi tercatat sebesar 2,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

 

Presiden menekankan bahwa pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Sebelumnya, Presiden juga menegaskan komitmennya menjalankan lebih dari seratus kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa yang selama puluhan tahun belum mampu dituntaskan.

 

Menurut Presiden, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

 

Pemerintah berharap momentum pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan konsumsi masyarakat, investasi, produktivitas, serta pengelolaan APBN yang efektif dan tepat sasaran.

 

Dengan fundamental ekonomi yang dinilai tetap terjaga, pemerintah berkomitmen melanjutkan transformasi ekonomi nasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *